RSS Feed

Manajemen Selingkuh

Posted on

Tulisan mengenai manajemen pemasaran, personalia, atau keuangan telah banyak beredar. tetapi tulisan tentang manajemen perselingkuhan sangat langka kalau tidak mau dibilang nihil. Lagian Siapa juga yang mau nulis ya…..?????
Selingkuh berasal dari kata selang-seling yang artinya bergiliran, dapat digilir, bukan yang utama. Orang yang menjalani selingkuh berarti bersedia untuk digilir dan bukan sebagai pemeran utama. malah lebih sering menampilkan peran-peran antagonis. Kalau dalam pertandingan tinju mungkin bukan partai utama tetapi partai tambahan. akhiran kuh merupakan pengukuhan akan atribusi pihak2 yang telibat aktivitas perselingkuhan.
Para selingkor (sebutan untuk orang yang berselingkuh) setidaknya melalui proses2 perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi dalam aktivitasnya. Hal ini dipandang perlu untuk menghadapi efek2 yang tidak diharapkan. setidaknya ada dua resiko yang dihadapi. pertama pentungan suami, yang kedua pentungan malaikat di akhirat.
Manajemen perselingkuhan dapat didefinisikan ilmu yang memperlajari tentang perencanaan, pengorganisaian, pelaksanaan, dan evaluasi dari kegiatan perselingkuhan.

tipe2 selingkor :

1. Selingkor by desired
tipe ini adalah orang yang mupeng bangat pengen selingkuh. Lihat pasangan orang langsung nyusun rencana buat selingkuh….

2. selingkor by reference
teman2 seringkali memasukan racun ke pikiran kita, sehingga ada niat buat selingkuh.

3. Selingkor by environment
lingkungan2 hedonisme yang menjerat orang masuk dalam aktivitas ini.
Dalam menjalankan aksinya para selingkor setidaknya melalui proses manajemen sebagai berikut :

1. penentuan target market…..
mengidentifikasi target selingkuhee (orang yang bisa diajak selingkuh) dengan membuat segementasi pasar berdasarkan usia, hobi, perawakan, warna kulit.dsb. proses ini dapat dilakukan dengan kegiatan survey ke berbagai tempat seperti mall, pantai, cafe2, panggung dangdut dsb. Prosesnya sangat rumit sehingga terkadang lebih dahulu kena pentungan pasangan sebelum prosesnya berjalan.

2. selingkor need analysis.
menguraikan kebutuhan para selingkor. selanjutnya dijelaskan secara klise dengan kebosanan, vareasi dsb, tetapi ujung2nya nafsu juga.

3. Pelaksanaan
Merupakan Fase paling kritis dalam tahapan manajemen. Biasanya para selingkor mencari tempat-tempat sepi dalam menjalankan aksinya seperti cafe2, pantai, sampai kebon2 kosong tempat jin buang anak. gak peduli meskipun pulang ke rumah badannya pada bentol2 karena di gigit nyamuk. belum lagi dengan para hansip yang bolak balik keliling kebon.

4. Evaluasi
Dari tahapan proses manajemen yang telah dilalui ternyata selingkuh itu sangat rumit dan berisiko tinggi. jadi pesan moralnya Don’t try this at home…!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: