RSS Feed

Tahun Kerbau, Tahun Kerja Keras?

Posted on

72569INILAH.COM,Tahun 2009 dimaknai sebagai tahun kerbau oleh mereka yang percaya dengan ilmu shio China. Seperti sifat kerbau yang pekerja keras dan tidak mudah menyerah, masyarakat dan pemerintah tampaknya harus meniru sifat kerbau di 2009 ini.

Krisis perekonomian global yang sedikit demi sedikit menggerus kepercayaan dunia terhadap kiblat perekonomian di barat sejak satu setengah tahun terakhir merupakan salah satu faktor utama suramnya proyeksi perekonomian tahun depan.

Berbagai negara terus melakukan revisi terhadap target pertumbuhan ekonominya. Beberapa menargetkan pertumbuhan ekonomi nol persen (stagnan) seperti Jepang. Indonesia yang sebelumnya mematok angka 6-6,5% sesuai dengan target pemerintahan harus direvisi hinnga 4,5-5,5%.

Analis bahkan memperkirakan angka 5% sudah bagus bila memang bisa direngkuh oleh pemerintah Indonesia. Indikator lain yang melemah adalah nilai tukar rupiah yang masih lemah dilevel 11 ribuan per dolar AS.

Dengan demikian, bisa diperkirakan konsumsi dan daya beli masyarakat cenderung melemah. Apalagi redupnya perekonomian AS dan Eropa, diperkirakan akan berdampak paralel pada perekonomian dunia. Sebagai kiblat perekonomian dunia, ketika AS dan Eropa flu, maka seluruh dunia akan merasakan demamnya.

Order-order bisnis dari dua kawasan penting dunia banyak dibatalkan atau merosot. Investor dari belahan dunia lain juga ikut-ikutan mengerem berbagai langkah ekspansinya, hanya untuk menunggu sembuhnya perekonomian global.

Di lain sisi berbagai peluang juga muncul, ditandai dengan merosotnya harga minyak yang membuat BUMN migas PT Pertamina bisa meraup keuntungan hingga Rp 30 triliun. Jumlah tersebut berarti meningkat sekitar 30% dari jumlah yang diraup tahun sebelumnya di kisaran Rp 20 triliun.

Kemudian berbagai sentra perekonomian baru (new emerging economics) seperti China, India, Rusia dan Timur Tengah menjadi sasaran baru perdagangan. Meski upaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi dalam negeri tetap harus dilakukan seperti halnya berbagai upaya swasembada.

Belajar dari karakter shio kerbau disebutkan bahwa orang-orang yang berada di bawah kerbau memiliki sifat karakter pembawaan yang tenang, sabar dan sedikit pemalu. Namun ketelitian dari kerbau bisa diacungi jempol. Sebelum mengambil keputusan, kerbau selalu menganalisa dan mempertimbangkan dengan cermat. Karena itu, kerbau seringkali terhindar dari bahaya. Kerbau juga dikenal sebagai binatang pekerja keras dan tidak cepat putus asa bila menghadapi masalah dan kesulitan.

Oleh karena itu, krisis di depan mata yang menghadang di 2009 harus disikapi dengan penuh harapan. Jangan sampai, krisis maupun kesulitan ekonomi tersebut membuat masyarakat dan pemerintah putus asa. Sebaliknya pemerintah dan masyarakat harus teliti memutuskan sebuah keputusan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: