RSS Feed

HASIL PENELITIAN TENTANG MANAJAMEN MASJID AL-MUBARAK SEMPER JAK-UT

Posted on

KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji sukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Tuhan yang maha Esa, penguasa langit dan bumi, pencipta siang dan malam, dan pemberi ni’mat serta rahmat yang luar biasa kepada kami, sehingga tugas yang Bapak Dosen berikan kepada kami dapat terselesaikan dengan baik.
Shalawat serta salam selalu terlimpahkan kepada pemimpin para wali dan imannya orang-orang yang bertakwa, yakni Nabi Muhamad SAW. Beserta sahabat, keluarga, dan para tabi’in yang selalu setia berjuang dijalan Allah dan Rasulnya untuk tegaknya syiar islam diseluruh dunia.
Laporan penelitian ini kami persembahkan sebagai tugas dari mata kuliah Manajamen Masjid yang didalamnya berisi pemaparan tentang bagaimana keadaan Masjid Al-Mubarok yang sudah saya teliti ini dalam berbagai kegiatan Tablig nya maupun dalam proses manajamen yang di jalankan di dalamnya
Semoga laporan ini dapat membantu kita dalam mengisi kekosongan pengetahuan kita tentang bagaimana dan apa saja yang dilakukan dan dikerjakan oleh para pengurus Masjid dalam pengabdiyannya kepada masyarakat. Dan semoga laporan yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya.
Saya sadari, laporan yang saya buat ini masih banyak sekali kekurangan di dalam nya yang tak henti-henti saya usahakan untuk mempersembahkan yang terbaik. Dengan ini saran dan kritik sangat kami harapkan sebagai motifasi saya untuk bisa meberikan yang terbaik.

1.Prolog

Kehidupan masyarakat Indonesia saat ini sangatlah beragam, berangkat dari keberagaman ini terketuk hati para masyarakat untuk memakmurkam Masjid demi tercapainya masyarakat yang sempurna dimata Tuhannya. Tapi segala sesuatu tentunya butuh perencanaan tak terkecuali dalam bidang memakmurkan masjid. Sasaran dakwah kami tidak hanya pria tetapi juga para wanita yang berumur dewasa sampai tua dan jumlahnya kurang lebih 500 orang. Kami juga tidak membatasi pendidikan sasaran dakwah kami karena kami sadar bahwa pendidikan di Indonesia yang beragam dengan tingkat ekonomi yang menengah kebawah jelas sangat terbayangkan pula profesi yang beragam pula dan semua ini tidak menutup kemungkinan kehidupan keagamaan mereka yang kurang
Sasaran dakwah dalam hal ini juga mereka-mereka yang hidup dipingiran kota dan tingkat kriminalitas didaerah ini sering terjadi walau begitu kondisi kehidupan politik masyarakat dan sosialisasinya bisa dikatakan cukup sadar artinya walaupun dengan kondisi yang telah saya paparkan diatas kesadaran politik dan sosialisasinya bisa dikatakan stabil.

2.Sejarah Masjid AL-Mubarok
Masjid Al-mubarok berada didaerah jak-utara tepatnya di Kampung Poncol Rt03\Rw03 Jl.Tipar cakung Gg Salon, di dirikan diatas tanah seluas 1000m yang dibangun pada tahun 1975 pada tanggal 11 dibulan yang ke7 tanah ini adalah wakaf dari K.H. Zaini Maliki, dahulu masjid ini sangat kecil yang hanya terbuat dari bambu-bambu yang ada dihalaman rumah warga tetapi oleh anak-anak beliau masjid ini telah direnofasi menjadi lebih baik lagai dan nyama untuk beribadah para warga sekitar, masjid ini kurang lebih sudah direnofasi sebanyak tiga kali.
Sebagai kebiasaan masyarakat kampung pada waktu itu K.H.Moh Zaini Maliki memulai kegiatan mencari ilmunya dengan mengaji kepada Aayahnya sendiri, beliau memulainya dengan belajar membaca Al-quran dan Ayahnya adalah guru pertama baginya. Menginjak usianya yang sudah mulai dewasa beliau memutuskan pergi menuntut ilmu yang letaknya lumayan jauh dari rumah yaitu bertempat di pondok pesantren Asalafiyah di rawa angke Kelender yang di pimpim oleh K.H. Hasbi di pesantren ini lah beliau muali memperdalam ilmu al-quran dan juga muali memperdalam penguasaan kitab-kitab kuning . disinilah beliau mulai mengenal kitab-kitab kuning yang menjadi rujukan dibanyak pesaantren-pesantren sampai sekarang.
Selesai menamatkan belajarnya di pesantren ini beliau mulai menjelejahi kembali dunia pesantren yang lainnya, dan akhirnya beliau bisa menunaikan rukun haji yang kelima dari hasil tabunngannya sendiri tetapi selesai menunaikan ibadah haji beliau tidak langsung pulang ke tanah air tetapi beliau meneruskan menimba ilmunya dikota mekah selama empat tahun.
Akhirnya pada tahun keempat beliau kembali kekampung halamannya utuk membuka lembaran baru yang cerah yang mampu menyinari kehidupan masyarakat yang sudah dibutakan oleh nafsu syetan dalam kegelapan, maka dengan cara membuka lembaga pendidikan atau masjid ta”lim sebagai tempat pengamalan ilmunya dan pengabdiyannya kepada masyarakat untuk meraih kesempurnaan di hadapan Tuhannya.
Kehidupan penduduk yang mayoritas beragama islam belum juga meninggalkan kebiasaan buruknya, mengerjakan pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan oleh seorang muslim, kemaksiatan bagi banyak penduduk sudah merupakan sutu kebiasaan yang mendarah daging yang telah menjadi candu yang menunutut pengulangan berkali-kali, mereka sudah tidak memiliki rasa malu lagi untuk mempertontonkan kemaksiatan didepan para anak dan istri mereka.
Kondisi masyarakat yang seperti inilah yang antara lain mendorong beliau untuk mmendirikan sebuah lembaga islam sebagai tempat pembinaan akhlak manusia menjadi yang lebih baik dihadapan Tuhannya dan yang dapat bermanfaat bagi orang lain, Dapat menuntun dirinya dan orang lain untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang dilarang oleh agama, Beliau sangat sadar sekali denagn tuntutan dirinya sebagai seorang yang harus dapat merubah masyarakatnya menjadi masyarakat yang bertakwa kepada Allah SWT dengan adanya niat dan tekad yang bulat beliau semakin yakin dengan keinginannya untuk mewujudkan lembaga pendidikan islam didaerahnya.

3. Para pendiri masjid Al-Mubarak
seperti yang sudah kita ketahui diatas bahwasanya yang pertama kali mencetuskan berdirinya masjid ini adalah K.H. Zaini Malikiyah. Dan setelah beliau wafat dilanjutkan oleh para anak-anak beliau dan para santrinya yang mengabdikan diri kepada masjid dan masyarakat, diantarnya yaitu
1. H. Abdullah Zaini Maliki.
2. K.H. Moh. Husni Zaini Maliki.
3. K.H. Ahmad Hadi ZM.
4. H. Mohamad Yasin.
5. Abdul wadud Sag.
6. H. Hibatullah.
7. H. Zarkasi.
8. Dll
Sebenarnya banyak sekali orang-orang yang membantu dalam terlaksananya niat suci dari K.H. Zaini M, ditangan-tangan inilah masjid Al-Mubarak menjadi masjid yang besar dan menjadi pedoman bagi masyarakat sekitarnya. Dan saya berdoa semoga saja masih banayk orang-orang yang mau memakmurkan masjid untuk kehidupan didunia dan akhirat.

4. Pengelola \penyelenggara
adapun yang mengelola masjid tersebut adalah para anak-anak beliau, cucu-cucu beliau, para santri yang tinggal dilingkungan masjid dan masyarakat setempat. Adapun peyelenggaraan masjid tersebut atau yang meramaikannya adalah para masyarakat setempat yang ingin menambah ilmu pengetahuannya tentang agama islam. Biasanya pengelola masjid membuat suatu acara yang dapat menarik minat masyarakat setempat untuk bagaimana caanya datang kemasjid, tugas seperti inilah yang menjadi tanggung jawab para pengelola dan penyelenggaar masjid. Biasanya para pengelola mengadakan nya dalam bentuk dakwah yang segar dengan materi yang dapat membuat mereka menjadi penasaran dan akhirnya mereka akan berkunjung lagi ke masjid adapun bntuk dakwah yang pengelola dan penyelenggara adakan antara lain dengan ceramah, diskusi ringan antara warga yang dapat membangkitkan semangat mereka, bakti sosial, Phbi, gotong royong dalam memebersihkan lingkungan masjid. Selain itu juga diadakan lomba-lomba keagamaan seperti pidato, lomba nasyid, mengaji, azan Dll.
Untuk mempermudah jalannya dakwh dimasjid ini adalah bagaimana pintar-pintarnya para pengelola dan penyelenggara masjid, biasanya sebelum mereka melancarkan sasaran dakwahnya kepada masyarakat pengelola dan penyelenggara mengadakan pendekatn-pendekatan terlebih dahulu seperti :
a. Pendekatan secara emosional
maksudnya adalah kita dapat mengerti dengan keadaan masyarakat yang sedang kita jadikan sasaran dalam dakwah kita.
b. Pendekatan Objek atau sasran dakwah
Maksudnya agar kita dapat mengenal dan mengetahui sasran dakwah yang seperti apa yang sedang kita hadapi, baik dari segi pendidikannya, ekonominya ataupun dari segi status sosialnya.

c. Pendekatan Wilayah
Maksudnya apabila kita ingin berdakwah sebaiknya kita terlebih dahulu mengenal wilayah kita karena semua itu akan dapat mempermudah kiat untuk menyampaikan dakwah kita.
Dan akhirnya dalam hal ini yang pengelola lakukan dengan kondisi masyarakat yang seperti diatas adalah dengan cara berbaur dengan mereka tanpa adanya skat-skat pendidikan dan ekonomi.

5. Struktur Organisasi
Ketua : H. Hasbullah
Waki Ketua : Abd. Wadud
Sekertaris : Siti Wardah
Bendahara : Saman Hudi
SEKSI-SEKSI
• Seksi Psdm (Pemberdayaan sumberdaya manusia)
1. Anah Latifah
2. Nabawiyah
3. Hasannudin
4. Anggi Mustafa
5. Siti Salmah
• Seksi Kebersihan lingkungan
1. Zulfikar
2. Ratu Auliya
3. Tazkiyah
4. Naimah Hasan
5. Restu Pratimi
6. Hasan Prasetyo
• Seksi keamananan
1. Ahmad Hambali
2. Nur Cahyani
3. Kamalia
4. Hendrawan
5. Rudi Khoirudi
6. Budi Rahman
7. Agung Yuda
• Seksi Senbora (Seni dan olah raga)
1. Ahmad Rifai
2. Agung Prayuda
3. Aasep Sukardi
4. Rahmawati
5. Heni Alawiyah
6. Ajis Bisri
7. Bisri Mustafa

6. Visi Misi dan tujuan Masjid Al-Mubarak
Visi : untuk menjadikan masyarakat sekitar menjadi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, berilmu dan berakhlak mulia guna mencapai kehidupan yang lebih baik lagi dan untuk mencapai kesejahteraan dalam bermasyarakat.
Misi : dengan adanya masjid Al-mubarak dimaksudkan agar masyarakat setempat sadar akan ilmu agama dan dapat menciptakan kader-kader muslim dan uslimah yang bertakwa kepada Allah.
Tujuan : segala sesuatu kegiatan yang kita lakukan dimuka bumi pasti memiliki tujuan dari hal yang paling trekecil sampai yang terbesar sekalipun, jika makan maka bertujuan untuk mengenyangkan perut maka kegiatan dakwah ini bertujuan antara lain :
1. Untuk menghidupkan kembali budaya keagamaan dilingkungan masyaarkat kita yang mulai mmenghilang ditelan peradaban baru.
2. Untuk menumbuhkan kembali kesadaran beragama masyarakat yang mulai terkikis oleh budaya yang datang dari barat.
3. Untuk menuju masyarakat yang lebih beradab, masyarakat yang beradab tentunya lebih bisa mentaati norma-norma yang ada sehingga tingkat kemaksiatan disuatu wilayah akan berkurang.
4. Untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan amalan keagamaan setiap pribadi muslim yang tercermin dalam tindakan dan prilaku kehidupan sehari-hari yang mengacu pada keseimbangan imtaq dan ipteks.
5. Untuk menciptakan kader-kader ulama yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing.
Tetapi tentunya untuk menciptakan semua ini tidaklah semudah meminum air putih, karena masih banyak sekali kendala-kendala yang siap menghadang didepan. Baik kendala dari dalam maupun dari pihak luar oleh karena itu untuk mencapai semuanya dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dari semua pihak, pengelolaan dan pengorganisasiyan juga direncanakan dengan baik pula.

7. Program kerja
Program yang diadakan oleh pengelola masjid dan penyelenggara diantaranya : seperti pengajian Bapk-bapak yang diadakan setiap malam jumat, pengajian ibu-ibu setiap hari rabu pagi dan pengajian anak-anak yang diadakan setiap hari setelah shalat magrib yang semuanya itu dibimbing langsung oleh pengurus masjid.
Adapun program kerja yang telah disusun atau telah direncanakan oleh pengelola masjid antara lain.
• Melaksanakan shlat berjamaah setiap waktu shalat.
Dengan diadakannya shalat berjamaah setiap waktu ini dimaksudkan agar jamaah yang satu dapat akrab dan saling mengenal dengan jamaah yang lainnya dan akan menambah erat tali silaturahmi antar jamaah.
• Mengadakan kegiatan PHBI.
Kegiatan ini sangat penting bagi masyarakat karena dengan diadakannya kegiatan ini masyaarkat sekitar dapat mengetahui hari-hari penting dibulan islam dan untuk menambah rasa keimanan dan kecintaannya terhadap agama islam, Rasul dan Allah SWT.
• Kegiatan pembinaan dan pengajaran,
kegiatan utama dari masjid adalah melakukan pembinaan pengajaran kepada masyarakat terutama dalam bidang keagamaan, sasaran pembinaan masjid sebagai salah satu mata rantai adalah masyarakat umum karena begitu pentingnya kedudukan masjid dalam pendidikan agama atau dakwah islam.
• Program pengkajian dan pengembangan.
Tujuan dari adanya pengkajian dan pengembangan yaitu untuk meneliti apa-apa yang telah disampaikan dan didengar oleh jamaah masjid untuk diberikan penjelasan yang benar dan memadai dalam upaya melindungi masyarakat agar tidak terjadi salah persefsi diantara masyarakat.
• Program peningkatan kerukunan antar umat beragama.
Maksud nya agar tetap terciptanya dan tetap terpeliharanya kerukunan hidup intern umat islam, kerukunan hidup antar umat beragama, serta kerukunan hidup umat islam dengan pemerintah sebagai bagian yang tak terpisahkan dari upaya mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa
• Program pengembangan pendidikan islam.
Ini bertujuan untuk memberikan kontribusi tentang pemikiran masalah-masalah pendidikan khususnya dalam pendidikan islam, melanjutkan dan meningkatkan mutu pendidikan kader ulama dengan senantiasa melakukan upaya peningkatan mutu dan pengembangannya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dan negara, mendorong upaya pembinaan untuk peningktan kualitas keimanan, akhlaq, keilmuan serta kesejahteraan bagi masyarakat.

8. Sistem manajamen masjid
Sebelum kita mengetahui system manajamen masjid Al-Mubarak alangkah baiknya kita menjelaskan terlebih dahulu apa itu manajamen dan masjid.
Manajamen yaitu : suatu proses yang khas yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasiyan, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan tenaga manusia dan sumberdaya lainya.
Masjid yaitu : berasal dari bahasa arab sajada yang berarti tempat sujud atau tempat menyembah Allah SWT. Karena dalam suatu riwayat bahwasanya Rasullawloh pernah bersabda bahwasanya bumi yang kita tempati ini adalah masjid tapi terkecuali kuburan, dan tempat-tempat yang ada najisnya.
Setelah kita mengetahui kedua arti tresebut maka saya akan menjelaskan bagaimana sistem manajamen masjid di masjid Al-Mubarak, dalam pengorganisasiyannya dan kepengurusannya masjid dipimpin langsung oleh ketua masjid, ketua masjid disini adalah orang yang dituakan dan orang yang dianggap pintar dalam ilmu agama. Sedangkan tugas yang lainnya diberikan kepada pengurus masjid yang notabennya masi terbilang muda karena ini dimaksudkan untuk pengkaderan atau pembinaan.

9. Peta sasaran dakwah
Peta sasaran dakwah sangat dibutuhkan dalam menentukan dakwah apa yang akan kita sampaikan dan wilayah mana yang belum tersentuh oleh dakwah, bagaimana keadaan masyarakatnya, pendidikanya dan ekonominya. Oleh karena itu peta sasran dakwah ini sangat dibutuhkan.
Adapun sasaran dakwah yang ada dilingkungan masjid kami adalah mulai dari anak-anak, orang dewasa sampai orang tua. Dalam hal ini bisa dikatakan gmpang-gampang susah. Dikatakan gampang karena masyarakat sekitar Masjid Al-Mubarak sangat menerima sekali keberadaan masjid ini untuk menjaga putra-putri mereka dari dunia luar yang sanagat jahat sekali. Dan dikatakan susah karena umumnya orang dewasa dan orang tua sangat sibuk dengan profesinya masing-masing dan tingkat ekonomi mereka yang menengah kebawah membuat mereka sibuk dengan urusan duniawinya dan mengenyampingkan urusan agama mereka, semua ini dapat terbukti dengan kehidupan keagamaan mereka yang begitu kurang jadi langkah awal yang pengelola masjid lakukan pada pendekatan kali ini adalah melalui pengajian-pengajian setiap hari sabtu dan minggu atau hari-hari libur lainnya dan mengadakan acara PHBI dan bakti sosial hal ini pengurus lakukan untuk menumbuhkan kesdaran beragama mereka dan rasa ingin selalu mengikuti dan mengetahui secara mendalam agama islam ditengah kesibukan mereka jadi antara dunia dan akhirat seimbang.
Peta sasaran dakwah kamipun beragam tanpa membatasi pendidikan, ekonomi dan pekerjaan mereka karena kami sangat sadar sekali dengan begitu beragamnya pendidikan di kampung kami dan tingkat ekonomi yang menengah kebawah dengan keadaan semua ini pengurus sangat sadar bahwa hal yang tepat untuk mengajak masyarakat pergi ke rumah Allah yaitu dengan cara berbaur dengan mereka tanpa adanya skat-skat pendidikan, ekonomi dan status dan para pengelola pun harus menempatkan diri mereka sebagai seorang sahabat yang dapat mengayomi dengan baik dan dapat memposisikan diri untuk berada ditengh-tengah mereka. Seperti dengan berdiskusi ringan di masjid selesai shalat berjamaah yang diselipkan unsur-unsur dakwah didalamnya atau mengadakan pengajian-pengajian untuk kaum ibu, bapak dan anak-anak. Dan kami rasa dengan cara seperti ini akan dapat mempermudah jalannya dakwah dikampung kami.

10. Data jamaah Masjid Al-Mubarak
Adapun data jamaah di masjid ini kurang lebih mencapai 500 orang yang terdiri dari pengajian bapak-bapak yang diadakan setiap malam jumat, kemudian pengajian kaum Ibu-ibu yang diadakan setiap hari rabu dan sabtu pagi, sedangkn pengajian anak-anak kurang lebih jumlahnya mencapai 100 orang yang trediri dari pengajian TPA pagi dan sore, TK diadakan setiap pagi dan pengajian remaja yang diadakan setiap malam hari ada juga setiap malam sabtu dan minggu yang diadakan oleh pengurus masjid dan siapa saja boleh mengikutinya yaitu ratib dan dikir bersama.

11. Pendanaan
Setelah kami memaparkan semuanya meka pendanaan adalah suatu hal yang sangat sensitive sekali. karena menurut kami uang adalah fitnah apabila tidak diletakkan tepat pada posiisnya. Artinya kita harus tahu bagaimana mendapatkan uang untuk setiap kegiatan dan pembangunan masjid Al-Mubarak, adapun cara yang kami lakukan untuk mendapatkan uang yang halal dan bermanfaat bagi masjid yaitu dengan cara:
• Mengadakan kotak amal keliling pada saat diadakannya pengajian-pengajian dan shalat jumat.
• Diadakannya pemintaan dana kepada masyarakat setiap malam minggu tanpa adanya paksaan dari pengurus masjid jadi semuanya itu diberikan dengan ketulusan hati dan keikhlasannya tanpa ditentukan berapa tarifnya.
• Dengn cara mengajukan proposal ketingkat Pemda atau donatur-donatur yang terketuk hatinya untuk menyumbangkan sedikit hartanya dijalan Allah.
• Bekerja sama dengan LSM karena menurut kami LSM adalah altrenatif yang sangat tepat untuk masalah ini.
Adapun dana yang sudah terkumpul diserahkan langsung kepada bendahara masjid yang sudah benar-benar teruji kemampuannya, setelah itu barulah dibicarakan uang ini akan digunakan untuk apa.

12. Remaja masjid
Remaja masjid yang ada dilingkungan Masjid sangat bermanfaat sekali bagi anak-anak remaja sekitar masjid karena dengan adanya remaja mansjid yang dilengkapi dengan adanya karang taruna yang aktif mengadakan kegiatan islami membuat para remaja sekitar terjaga baik tingkah lakunya dan ucapannya. Adapun kegiatan dari remaja masjid sama seperti yang telah saya jelaskan diatas.

13. Pola hubungan komunikasi Masjid dengan masyarakat.
Pola yang dilakukan pengurus masjid untuk memperbaiki hubungan komunikasi dengan masjid Alhamdulilah berjalan dengan lancar aman dan terkendali karena dalam menyampaikan dakwahnya para pengelola dan pengurus masjid melakukannya dengan sangat lemah lembut sekali tetapi tanpa terkalahkan oleh prinsip rasa kasih sayang, misalnya menyerukan untuk tetap mengutamakan shalat berjamaah, mengikuti pengajian, dan bertingkah laku yang baik.
Bahwasanya yang tepenting dalam suatu kepengurusan masjid adalah bagaimaan seorang pemimpin itu mamapu untuk memimpin, mengkoordinir masyarakat yang ada ditempat lingkungan masjid tersebut. Sedangkan kalau menurut pandangan saya seluruh komponen baik itu organisasinya, struktur masjidnya, pendanaan, remaja masjid dan yang lainnya sudah hampir mencapai tujuan yang diinginkan akan tetapi pastinya masih harus dan selalu memperbaiki lagi apa-apa yang belum lengkap agar semua tujuan awalnya dapat terlaksana dengan baik agar selalu mendapatkan ridho dari Allah SWT.

14. Epilog

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah mengkaruniakan rahmat dan kasih sayangnya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas pada mata kuliyah Manajamen masjid di fakultas dakwah dan komunikasi, penulis menyadari masih banyak kesalahan dalam penulisan makalah ini.oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini.
Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Yang terkasih Ibunda tercinta dan keluarga yang telah memberikan dorongan berupa semangat dan doanya.
2. Teman-teman yang membantu mencarikan bahan-bahan bacaan untuk tugas ini.
3. Kepada Dosen pembina pada mata kuliyah ini Bapak Ahmadi.
4. Dan kepada semu pihak yang tidak dapat di sebutkan satu persatu yang turut memberikan semngat dan dorongannya kepada saya samapi terselesaikannya tugas ini.
Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan kasih sayangnya kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan tugas ini.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, saya mempersembahkan makalah ini kepada Bapak Dosen sebagai pemenuhan tugas pormatif pada mata kuliah Manajamen Masjid dan semoga bermanfaat untuk kita semua.

Daftar Pustaka

1.Drs.H. Zaini Mukhtarom, MA: dasar-dasr manajamen Dakwah
2. Suharsimi Arikunto, Organisasi dan Administrasi.
3. M.H Saragih, azas-azas organisasi dan manajamen. Tarsitto, Bandung, 1982.
4. Cairul Ansari, Manajamen masjid taklim Darussa’adah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: