RSS Feed

Duel Antar Bandar Narkoba, Satu Tewas

Posted on

MATARAM—Amru S., 35 tahun, penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram ditemukan tewas bersimbah darah di depan Sel Blok II lapas setempat, sekitar pukul 09.00 Wita, kemarin (21/1). Korban yang ditahan karena didakwa mengedarkan narkoba (bandar, Red) ini tewas seketika setelah terlibat duel dengan beberapa tahanan lain yang juga diduga sebagai bandar narkoba.

Di bagian dada sebelah kiri dan kanan korban ditemukan luka tusuk diduga akibat benda tajam. Kuat dugaan, perkelahian yang memicu tewasnya warga Jalan Blongas, Ampenan ini, karena dendam pribadi sejak sebelum masuk lapas.
Kalapas Mataram Purwadi Utomo yang ditemui wartawan menuturkan, saat kejadian para tahanan tengah berada di luar sel masing-masing. Mereka menunggu keluarga yang akan datang membesuk, karena kemarin merupakan hari kunjungan bagi keluarga tahanan. ‘’Saat itulah, dugaan pengeroyokan terjadi. Baik korban dan tersangka merupakan tahanan dengan dugaan sebagai bandar narkoba,’’ katanya.
Pihak lapas langsung menghubungi polisi dan melarikan korban ke RSU Mataram. Namun nyawa korban tak bisa diselamatkan. Menurutnya, peristiwa itu memang luput dari pantauan petugas.
Ditanya sumber benda tajam yang diduga dipakai pelaku menikam dada korban, Purwadi mengaku belum mengetahuinya. Pihaknya juga telah menyisir lokasi kejadian, namun belum menemukan benda yang dipakai menikam korban. ‘’Benda tajamnya belum ditemukan, kami masih melakukan penyisiran,’’ ungkapnya.
Namun ia yakin, benda tajam itu bukan pisau atau sajam lainnya.
Tetapi benda umum yang sengaja ditajamkan. Dari luar, luka yang nampak di tubuh korban hanya beberapa milimeter saja, namun menancap cukup dalam. ‘’Kami setiap minggu melakukan penggeledahan, untuk senjata tajam,’’ katanya.
Sementara itu, pihak Polres Mataram yang melakukan penyelidikan mengamankan tiga penghuni lapas yang diduga sebagai pelaku. Mereka adalah, inisial RR, MR, dan MI. Polisi terus melakukan penyelidikan. Kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah, mengingat dugaan pelaku cukup banyak.
Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, peristiwa itu bermotif dendam. Di mana, para tersangka menuduh korban yang lebih awal masuk sel tahanan yang menyebabkan mereka ikut dipenjara.
‘’Untuk sementara kami menduga ini karena dendam pribadi antara tersangka dan korban,’’ kata Kapolres Mataram melalui Kaurbinops Reskrim Iptu Agus Dwi Ananto.
Kuasa hukum korban, I Kt Sumertha menambahkan, sebelum masuk tahanan, salah satu tersangka diduga pernah mencuri narkoba milik korban.
Begitu tersangka masuk sel, korban mempermasalahkan pencurian itu dan membuat tersangka marah.
Ditambahkan, korban telah mendekam sekitar lima bulan di lapas, sambil menunggu proses banding atas vonis hakim yang dijatuhkan selama satu tahun penjara.
Di tempat terpisah, Husein, kakak korban menyayangkan peristiwa itu. Yang membuatnya lebih kesal, karena tidak adanya pemberitahuan dari pihak lapas mengenai kematian korban. ‘’Saya tahu dari teman tentang adik saya yang masuk ICU, kenapa pihak lapas tidak menghubungi kami,’’ ungkapnya.
Sementara itu, hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan RSU Mataram, luka di tubuh korban memiliki kedalaman lebih dari 10 sentimeter dan diduga mengenai jantung. Untuk memastikan lebih lengkap, harus dilakukan otopsi secara menyeluruh. ‘’Harus dilakukan otopsi, untuk mengetahui secara detail,’ kata salah seorang dokter yang menangani korban.(zul)

Sumber:http://www.lombokpost.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: